Perkuat SDM dan Inovasi, Bawaslu Manggarai Barat Hadiri Rapat Kelembagaan Gelar Bawaslu NTT
|
LABUAN BAJO – Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat mengikuti Rapat Penguatan Kelembagaan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara daring pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT dengan tujuan memperkuat soliditas serta kesiapan lembaga dalam menghadapi dinamika pengawasan pemilu ke depan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga ritme kerja meski saat ini berada pada masa non-tahapan pemilu. Ia meminta seluruh jajaran Bawaslu di tingkat Kabupaten/Kota tetap aktif dan produktif dalam memperkuat fondasi internal lembaga.
“Di masa non-tahapan ini, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota di NTT harus mampu menciptakan kegiatan-kegiatan inovatif. Inovasi tersebut harus berdampak langsung pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sehingga kapan pun tahapan kembali dimulai, lembaga kita sudah dalam kondisi yang prima,” tegas Ketua Bawaslu NTT.
Untuk memperkaya wawasan kelembagaan, rapat tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana dan Dr. Rudy Rohi. Keduanya memaparkan materi strategis terkait manajemen kelembagaan dan penguatan profesionalisme pengawas pemilu dalam menjalankan tugas konstitusional.
Dalam paparannya mengenai masa depan demokrasi di NTT, Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana menekankan bahwa inovasi sektor publik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi Bawaslu Provinsi NTT. Ia menilai perlu adanya pembaruan tata kelola pengawasan pemilu yang lebih kolaboratif dan adaptif terhadap dinamika politik yang semakin kompleks.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral terhadap perlindungan hak konstitusional masyarakat.
“Tantangan Bawaslu bukan hanya memastikan pemilu berjalan, tetapi memastikan suara warga tidak dibeli, ditekan, ditipu, atau dimanipulasi,” tegas Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Rudy Rohi menyoroti berbagai tantangan dan isu krusial demokrasi yang dihadapi saat ini, seperti politik uang, klientelisme kekerabatan, politik identitas berbasis SARA dan sentimen “putra daerah”, netralitas aparat, hingga oligarki lokal.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi geografis NTT menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan pemilu. Karena itu, diperlukan inovasi pengawasan berbasis komunitas guna mengatasi keterbatasan akses pengawas formal di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat dalam rapat ini menjadi bentuk komitmen lembaga untuk terus melakukan pembenahan internal. Dengan adanya arahan terkait inovasi penguatan SDM, diharapkan Bawaslu Manggarai Barat mampu melahirkan program-program kreatif yang melibatkan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung melalui platform pertemuan daring tersebut berjalan interaktif dan diwarnai diskusi antara jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota dengan para narasumber mengenai tantangan kelembagaan di daerah masing-masing.
Tim Humas Bawaslu Mabar