Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Partisipasi dan Demokrasi Inklusif di Masa Non Tahapan, Bawaslu Mabar Bangun Kolaborasi Dengan WKRI DPC Paroki MBSB Wae Sambi

Perkuat Partisipasi dan Demokrasi Inklusif di Masa Non Tahapan, Bawaslu Mabar Bangun Kolaborasi Dengan WKRI DPC Paroki MBSB Wae Sambi

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena  S. Seriang, S.H Bersama Staf Dan Wanita Katolik Republik Indonesia(WKRI) DPC Paroki  Maria Bunda Segala Bangsa(MBSB) Wae Samb

Labuan Bajo_ Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat kembali menjajaki dan membangun kolaborasi dengan kelompok perempuan yakni dengan jajaran Wanita Katolik Republik Indonesia(WKRI) DPC Paroki  Maria Bunda Segala Bangsa(MBSB) Wae Sambi yang berlangsung pada Rabu, (06/05/2026) , di sekretariat WKRI DPC Paroki MBSB Wae Sambi .

Kolaborasi ini adalah bentuk upaya dan komitmen Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat untuk terus memperkokoh demokrasi substansial serta  mendorong partisipasi  inklusif  dan ekosistem pemilu yang berkeadilan gender.  

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena  S. Seriang, S.H pada kesempatan penjajakan perdana tersebut menyampaikan bahwa masa non tahapan menjadi waktu terbaik untuk merawat demokrasi  melalui kolaborasi dan memperkuat kemitraan di semua sektor termasuk kelompok-kelompok rentang seperti organisasi perempuan" demokrasi dan pemilu yang jujur dan adil hadir dari keterlibatan semua elemen masyarakat tanpa  terkecuali sehingga melalui kolaborasi yang dibangun dengan kelompok WKRI DPC  Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi  yang merupakan mitra strategis dalam pengawasan partisipatif karena WKRI ini tergolong dalam kelompok organisasi perempuan yang tertua yang memiliki jaringan yang luas  yang kuat  sehingga melalui WKRI diharapkan dapat menyebarkan pesan-pesan pengawasan serta memberikan edukasi literasi politik untuk keluarganya maupun sesama perempuan  dan kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong semangat organisasi  perempuan untuk meningkatkan keterwakilannya dalam kontestasi politik maupun menjadi penyelenggara" ujarnya

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa perempuan sering kali menjadi sasaran empuk dalam praktik pelanggaran pemilu sehingga kehadiran organisasi perempuan dalam pengawasan pemilu mendorong terciptanya ekosistem pemilu yang jujur dan adil , tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua WKRI Paroki MBSB Wae Sambi, Theresia Kae menyampaikan bahwa melalui kolaborasi yang di bangun Bawaslu serta edukasi literasi politik kepada kelompok perempuan khususnya WKRI Paroki MBSB Wae Sambi diharapkan dapat mendorong keterlibatan perempuan untuk memberi edukasi politik kepada keluarga terutama  praktik praktik politik uang yang sering kali terjadi di setiap kontestasi politik, ujarnya

Melalui kolaborasi dan Perjanjian Kerja Sama yang akan dibuat nanti yang merupakan tindaklanjut dari kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong penguatan  partisipasi inklusif serta dapat memperkuat legitimasi hasil pemilu.

Tim Humas Bawaslu Mabar