Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kolaborasi Demokrasi, Bawaslu Manggarai Barat Sambut Kunjungan PMKRI Labuan Bajo

Perkuat Kolaborasi Demokrasi, Bawaslu Manggarai Barat Sambut Kunjungan PMKRI Labuan Bajo

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat Bersama Para Anggota, Koordinator Sekretariat, Serta Jajaran Staf Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat Dan Ketua Bersama Anggota PMKRI Cabang Labuan Bajo

Labuan Bajo, 11 Juni 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat menerima kunjungan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Santo Fransiskus Asisi dalam rangka konsolidasi demokrasi dan evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak yang telah berlangsung.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat bersama para anggota, Koordinator Sekretariat, serta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat ini menjadi ruang dialog dan refleksi bersama mengenai dinamika penyelenggaraan demokrasi di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan kalangan mahasiswa dalam mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat Maria Magdalena S. Seriang.S.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan PMKRI Cabang Labuan Bajo. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan mitra penting dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari teman-teman PMKRI dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengawasan partisipatif. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Frumensius Menti, memaparkan berbagai proses penanganan pelanggaran yang dilakukan Bawaslu selama tahapan Pemilu dan Pemilihan. Ia menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari pencegahan hingga penanganan dugaan pelanggaran, serta langkah-langkah yang ditempuh Bawaslu untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Muhamad Hamka, menjelaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya memperkuat kesadaran demokrasi masyarakat melalui berbagai program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.

Program-program tersebut antara lain Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), pembentukan Kampung Pengawasan Partisipatif di sejumlah desa, sosialisasi di sekolah-sekolah, serta edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, berbagai program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Namun demikian, Hamka mengakui bahwa pelaksanaan program-program tersebut masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dari aspek anggaran dan luasnya wilayah jangkauan. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas jangkauan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo Santo Fransiskus Asisi, Fransiskan Heldiana Juita, menyampaikan bahwa Labuan Bajo memiliki banyak komunitas yang potensial untuk dilibatkan dalam kegiatan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Menurutnya, sasaran sosialisasi tidak hanya terbatas pada organisasi formal, tetapi juga perlu menjangkau komunitas anak muda yang bergerak di bidang seni, komunitas kreatif, kelompok literasi, maupun berbagai komunitas lainnya yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif dalam menjangkau Generasi Z. Pemanfaatan media digital dan metode komunikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dinilai menjadi langkah penting agar pesan-pesan demokrasi dapat diterima dengan lebih efektif oleh kalangan muda.

Diskusi berlangsung secara interaktif dan dinamis. Para peserta PMKRI terlihat antusias menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta berbagai gagasan konstruktif terkait penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif di Kabupaten Manggarai Barat. Pertukaran gagasan yang terjadi menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu demokrasi dan pembangunan politik daerah.

Melalui pertemuan ini, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat dan PMKRI Cabang Labuan Bajo berharap dapat terus membangun sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, memperkuat pengawasan partisipatif, serta mendorong terwujudnya demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas.

Konsolidasi demokrasi seperti ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara penyelenggara pemilu dan elemen masyarakat sipil, sehingga nilai-nilai demokrasi dapat terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat.

Tim Humas Bawaslu Mabar