Lompat ke isi utama

Berita

Dari P2P Menuju Aksi Nyata, Bawaslu Manggarai Barat Bersama Peserta Bentuk Komunitas “Nadi Demokrasi” Kawal Demokrasi

Dari P2P Menuju Aksi Nyata, Bawaslu Manggarai Barat Bersama Peserta Bentuk Komunitas “Nadi Demokrasi” Kawal Demokrasi

Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tingkat Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 fota saat kegiatan berlansung dengan jajaran Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat  di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (14/7/2026).

Labuan Bajo – Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menjadi ruang pembelajaran mengenai kepemiluan, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat gerakan pengawasan demokrasi di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan P2P Tingkat Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (14/7/2026), peserta menyepakati pembentukan sebuah komunitas yang diberi nama “Nadi Demokrasi” (Network Aksi Demokrasi Inklusif).

Komunitas tersebut menjadi tindak lanjut dari proses pembelajaran dan diskusi selama kegiatan P2P. Kehadiran Nadi Demokrasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda, masyarakat sipil, dan berbagai elemen masyarakat untuk terus bergerak dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif serta menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena S.Seriang.SH., mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan P2P. Menurutnya, semangat dan keterlibatan aktif peserta menunjukkan adanya kepedulian generasi muda terhadap masa depan demokrasi.

Ia menilai peserta tidak hanya hadir untuk menerima materi, tetapi juga mampu memberikan gagasan, pandangan, serta masukan kritis terkait berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu.

“Semangat peserta selama mengikuti kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, memiliki kepedulian besar untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi (HP2H) Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Muhamad Hamka, menilai kegiatan P2P telah berhasil menghadirkan semangat nasionalisme dan kepedulian dari kalangan muda serta masyarakat sipil.

Menurut Hamka, hal tersebut terlihat dari cara berpikir peserta dalam menyampaikan pandangan, memberikan tanggapan, serta menyampaikan catatan kritis selama proses diskusi berlangsung.

“Dari cara pandang dan catatan kritis yang disampaikan peserta, terlihat muncul semangat kepedulian terhadap demokrasi dan keinginan untuk ikut menjaga proses pemilu agar berjalan lebih baik,” katanya.

Ia berharap komunitas Nadi Demokrasi yang terbentuk dari kegiatan P2P tidak berhenti sebagai wadah formal, tetapi mampu menjadi ruang kolaborasi yang aktif dalam menyampaikan edukasi demokrasi, melakukan pengawasan partisipatif, serta mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap hak dan tanggung jawab politiknya.

Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Frumensius Menti,S.H., juga berharap peserta P2P terus memperkuat kapasitas diri, terutama dalam memahami aspek hukum kepemiluan. Menurutnya, pemahaman hukum yang baik menjadi modal penting bagi masyarakat dalam melakukan pengawasan secara tepat dan bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga harus didukung dengan pengetahuan dan pemahaman terhadap aturan yang berlaku.

“Peserta P2P harus mendapatkan pengetahuan hukum yang utuh agar mampu memahami proses pemilu secara baik dan dapat mengambil peran pengawasan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Dengan terbentuknya komunitas Nadi Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga demokrasi. Kolaborasi antara penyelenggara pemilu, generasi muda, masyarakat sipil, dan kelompok strategis lainnya menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang jujur, adil, inklusif, dan bermartabat