Bawaslu Manggarai Barat Terima Kunjjungan Mantan Penyelenggara Pemilu, Bahas Konsolidasi Demokrasi
|
Manggarai Barat – Bawaslu Manggarai Barat menerima kunjungan mantan Komisioner Bawaslu Eduardus Ndundu, pada periode 2017–2018, hingga 2018–2023. Kehadiran Eduardus disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Manggarai Barat, Maria Magdalen S. Seriang, S.H., bersama para anggota serta Koordinator Sekretariat. Undangan untuk berdiskusi sebelumnya disampaikan oleh Koordinator Sekretariat, Mabar Marselinus Patut, sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan konsolidasi demokrasi.
Pertemuan berlangsung santai namun sarat makna. Diskusi yang dibalut canda dan tawa tersebut menghadirkan nuansa nostalgia tentang dinamika dan tantangan pengawasan pemilu di masa-masa awal penguatan kelembagaan Bawaslu. Berbagai pengalaman lapangan yang pernah dihadapi, mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih hingga penanganan pelanggaran, turut dibagikan sebagai bahan refleksi dalam menghadapi tahapan pemilu ke depan.
Dalam pandangannya, Eduardus menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Menurutnya, pengawas pemilu harus mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, partai politik, organisasi masyarakat, media, hingga masyarakat pemilih itu sendiri.
“Pengawasan pemilu harus melibatkan banyak pihak. Partai politik juga harus lebih proaktif dalam menyosialisasikan tahapan dan pentingnya pemilu kepada masyarakat. Demokrasi yang sehat lahir dari partisipasi yang sadar dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan dalam pengawasan, selain penindakan terhadap pelanggaran. Strategi pengawasan partisipatif, menurutnya, perlu terus diperkuat agar potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini, sehingga kualitas demokrasi tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Manggarai Barat, Maria Magdalen S. Seriag, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kontribusi pemikiran yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pengalaman para mantan penyelenggara menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan.
“Kami menyambut baik kehadiran dan masukan dari Bapak Eduardus. Pengalaman beliau dalam masa transisi kelembagaan menjadi pelajaran berharga bagi kami. Diskusi non formal seperti ini penting untuk menjaga semangat kolaboratif dalam mengawal demokrasi di Manggarai Barat,” ungkapnya.
Diskusi seperti ini menjadi ruang dialektika yg diharapkan mampu melahirkan pemikiran yang bermanfaat bagi penguatan demokrasi yang sehat ke depannya.
Bawaslu Manggarai Barat terus berkomitmen untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan berintegritas, dengan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Tim Humas Bawaslu Mabar