Bawaslu Manggarai Barat Gandeng Rumah Pekerti, Perkuat Pengawasan Partisipatif Bersama Kelompok Disabilitas Dan Perempuan
|
Labuan Bajo, 26 Juni 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama penyandang disabilitas yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komunitas Rumah Pekerti, Kamis (26/6/2025).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat demokrasi yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya kelompok penyandang disabilitas dan perempuan, sebagai bagian penting dalam pengawasan pemilu.
Pendiri Rumah Pekerti, Margareta Sebukti, menyambut baik kerja sama yang dibangun bersama Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat. Ia menjelaskan bahwa Rumah Pekerti merupakan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, serta pelestarian lingkungan. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang lebih inklusif.
Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Muhammad Hamka. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa demokrasi yang inklusif bukan sekadar membuka akses bagi semua orang, tetapi juga memastikan setiap warga negara dapat berpartisipasi secara setara.
"Demokrasi yang inklusif bukan hanya membuka pintu bagi semua orang, melainkan memastikan bahwa lantai di dalam ruangan tersebut cukup rata dan ramah untuk dipijak oleh setiap kaki yang melangkah masuk," ujarnya.
Hamka menambahkan bahwa inklusivitas harus diwujudkan melalui kesempatan yang sama bagi seluruh kelompok masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap proses demokrasi, termasuk dalam pengawasan setiap tahapan pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena Seriang, S.H., turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi yang inklusif. Kegiatan ini mengusung tema "Pemilu Inklusif dan Pengawasan Partisipatif Bersama Kelompok Disabilitas dan Perempuan Mewujudkan Demokrasi Bersama."
Semangat "Dari Pemilih Menjadi Pengawal" menjadi pesan utama dalam kegiatan ini. Bawaslu mengajak masyarakat untuk tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mengawasi setiap tahapan pemilu demi mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, berintegritas, dan inklusif bagi seluruh warga negara.
Pada akhir kegiatan, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat dan Rumah Pekerti melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif. Melalui kolaborasi tersebut, Bawaslu berupaya mengubah paradigma masyarakat, dari sekadar hadir di tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilih menjadi warga negara yang aktif mengawal seluruh tahapan pemilu.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas.
Tim Humas Bawaslu Mabar