Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Goes to School di SMKN 3 Komodo, Perkuat Peran Pelajar Sebagai Pengawas Partisipatif

Bawaslu Goes to School di SMKN 3 Komodo, Perkuat Peran Pelajar Sebagai Pengawas Partisipatif

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena S. Seriang, S.H., Beserta Kepala SMKN 3 Komodo, Hortensia Herima, S.Pd.,Dan 254 Peserta Didik

Labuan Bajo – Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di SMKN 3 Komodo sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu. Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi pengawasan partisipatif yang menyasar pelajar sebagai pemilih pemula menjelang Pemilu Tahun 2029.

Kegiatan yang diikuti oleh 254 peserta didik tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena S. Seriang, S.H., beserta jajaran.

Kepala SMKN 3 Komodo, Hortensia Herima, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta memanfaatkan media sosial secara bijak untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan materi bertajuk "Jadi Anak Muda Penjaga Pemilu 2029". Materi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, mengingat sekitar 37 persen pemilih di Kabupaten Manggarai Barat pada Pemilu 2029 diproyeksikan berasal dari kalangan generasi muda.

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, narasumber juga mengajak para pelajar untuk menolak segala bentuk pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks), serta ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu integritas proses demokrasi.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan serta pengalaman terkait pelaksanaan pemilu, termasuk praktik politik uang yang masih ditemukan dalam proses pemilihan. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai demokrasi.

Tim Humas Bawaslu Mabar