Bawaslu Mabar Gelar Rakor Penguatan Kelembagaan Minta Catatan Dan Masukan Publik
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat (Bawaslu Mabar) menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan bersama mitra strategis Bawaslu di Hotel Zasgo, Labuan Bajo, pada 13–14 Oktober 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan bukan sekadar rutinitas internal, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu sebelumnya dan memberikan masukan kritis demi perbaikan berkelanjutan di masa depan.
Ketua Bawaslu Mabar, Maria M.S Seriang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk menginformasikan capaian, melakukan evaluasi, serta menyampaikan arah kerja Bawaslu pasca-tahapan Pemilu 2024.
“Kegiatan penguatan lembaga ini menjadi momen penting untuk merefleksikan dan menginformasikan apa yang dilakukan Bawaslu di masa non-tahapan,” Ujar Maria.
Rakor ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah yang memberikan pandangan strategis mengenai arah penguatan kelembagaan pengawas pemilu.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yohanes Aria Bima Trihastuto, yang hadir secara virtual, menyampaikan komitmen DPR untuk terus memperkuat peran Bawaslu melalui peraturan dan dukungan kebijakan yang berpihak pada pengawasan yang lebih partisipatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, turut menjadi narasumber Pegiat Pemilu Panji Prasetiyo, Pemerhati Pemilu dan Lingkungan Pater Marsel Agot, SVD, Pegiat Demokrasi Arif Susanto, serta Akademisi Dr. Rudi Rohi yang juga hadir secara virtual.
Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber mengulas sejumlah topik strategis, di antaranya: Evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024, peran Bawaslu dalam memperkuat demokrasi partisipatif dan pelibatan masyarakat secara luas, sinergi antar-lembaga dalam memperkuat pengawasan yang terintegrasi dan responsif, serta pentingnya pendekatan etis, ekologis, dan sosial dalam pengawasan di tingkat lokal.
Secara khusus, Pemerhati Pemilu dan Lingkungan, Pater Marsel Agot, SVD, Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penyelenggaraan pemilu tidak hanya menjadi urusan politik, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pemilu yang baik bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang proses yang beretika dan ramah terhadap alam. Pengawasan harus mencakup kesadaran ekologis agar demokrasi kita menjadi demokrasi yang berkelanjutan,” ujar Pater Marsel.
Rakor ini diikuti oleh berbagai mitra strategis Bawaslu, meliputi perwakilan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI/Polri, organisasi masyarakat sipil, media, perguruan tinggi, serta tokoh masyarakat.
Sebagai hasil akhir dari kegiatan, Bawaslu Mabar bersama seluruh mitra strategis menyepakati komitmen bersama untuk terus memperkuat kelembagaan pengawasan, memperluas partisipasi publik, dan mendorong penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.
Komitmen ini menjadi pijakan penting bagi Bawaslu dalam menjalankan peran pengawasan di masa mendatang dengan semangat kolaboratif, adaptif, dan berpihak pada nilai-nilai demokrasi yang bermartabat.
Tim Humas Bawaslu Mabar